Sistem Pembinaan dan Pembelajaran di Pondok Pesantren Rindu Alam

Sistem Pembelajaran

Rindu Alam seminimal mungkin akan mewujudkan pola belajar tanpa paksaan, santri belajar atas dasar niat dan keinginannya, sehingga proses transfer keilmuan tidak akan banyak menghadapi kendala, santri senang beraktifitas, santri senang belajar, santri senang berkreatifitas dengan inisiatif dirinya sendiri. Selain itu yang akan membedakan adalah segala kemajuan dan perkembangan serta apa yang terjadi pada santri, orang tua akan disuguhkan dengan data-data putra putrinya, bukan penjelasan deskriptif yang akan banyak penambahan dan pengurangan informasi (invalid data) dengan demikian orang tua dengan mudah mengetahui detail perkembangan dan kemajuan putra putrinya selama belajar di PP. Rindu Alam.

   Selanjutnya apa yang membedakan pola pembelajaran di PP. Rindu Alam dengan lembaga lain?, sekilas pola dan sistem belajar sudah dibahas di atas, yang akan lebih membedakan pola dan sistem belajar di PP. Rindu Alam dengan lembaga lain adalah sistem durasi belajar klasikal di PP. Rindu Alam hanya sampai jam 12.00 selebihnya siswa/siswi akan lebih menghabiskan waktunya untuk praktikum, dengan sistem pembelajaran akselerasi, apa maksudnya? Maksudnya pola belajar yang akan dilaksanakan di PP. Rindu Alam akan menggunakan sistem belajar Bimbel yang akan di ajar dan di ampu oleh guru-guru yang ahli di bidangnya, kenapa demikian, karena pola yang ingin kita ciptakan adalah pola pembelajaran seimbang antara keaktifan guru dan siswa, dengan target-target pembelajaran yang sudah ditentukan tanpa anak terpaksa, teraniaya, stress namun sebaliknya pola KBM yang akan dilaksanakan adalah pembelajaran dengan metode PAIKEM (Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif dan Menyenangkan), dengan sistem pembelajaran akselerasi ala bimbel, seperti yang sudah di bahas di atas siswa/siswi akan lebih banyak praktek, sehingga penguasaan materi lebih matang. Apakah perkembangan dan kemajuan anak belajar juga terdata, tentu dan pasti jawabannya, karena dengan menyajikan data perkembangan dan kemajuan siswa dalam bentuk data lebih valid dan lebih otentik dibandingkan dengan penjelasan deskriptif.

   Sebagai bonus informasi, guru-guru dan ustadz serta ustadzah yang mengajar di PP. Rindu Alam adalah guru-guru dan ustadz/dah yang rekruitmennya melalui test, dengan test yang cukup ketat, baik dari segi kepribadian, uji kemampuan mengajar (micro teaching), test kemampuan pemanfaatan dan penggunaan media IT, psychotest dan kesanggupan untuk menyusun modul mata pelajaran yang akan di ampunya, sehingga sumber belajar akan lebih sempurna. Dengan kata lain guru-guru dan ustadz/dah yang mengajar dan membina di PP. Rindu Alam di rekrut dengan melalui tahapan test yang tidak sedikit dan tidak mudah. Ini bertujuan agar kualitas pembelajaran di PP. Rindu Alam lebih berbobot, bernilai dan lebih berkualitas.

Sistem Pembinaan di Pondok Pesantren Rindu Alam tidak jauh berbeda dengan pesantren lainnya, yaitu memakai sistem boarding school, dimana siswa/siswi wajib asrama dengan pola pengawasan 24 jam (full time) mulai dari bangun tidur sampai tidur kembali, sistem asrama yang telah di setting,  di pola dan di program dengan program Pembinaan keasramaan untuk mengolah soft dan hard skill siswa selama hidup di asrama, baik dari segi pembinaan akhlak, spiritual, bahasa, kemandirian, mental dan lain sebagainya yang sudah dirancang dan di program agar mencapai target yang telah ditentukan lembaga, sehingga siswa/siswi teratur dan terprogram kehidupannya, tidak sembarangan dan semau siswa/siswi. Selama proses pendidikan siswa/siswi, orang tua tidak diperbolehkan memasuki wilayah asrama dimana santri tinggal, ini demi keberlangsungan proses pendidikan, agar siswa/siswi tidak manja, mandiri, bertanggung jawab dengan kehidupannya selama proses pendidikan.

 Adapun sistem pembelajaran di Pondok Pesantren Rindu Alam adalah mengkolaborasikan antara Kurikulum Pondok Modern Darussalam Gontor, Kurikulum Pesantren Salaf, Kurikulum 13 dan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Sistem pembelajaran yang digunakan menggunakan metode Direct Methode (metode langsung dengan landasan pembelajaran pada Learning By Doing, dimana siswa/siswi tidak monoton dengan menerima materi saja namun langsung praktek, dengan demikian diharapkan akan memudahkan siswa/siswi untuk menguasai materi pembelajaran, pola pembelajaran di kelas IX – XII akan lebih menantang lagi dengan bekal kemampuan siswa menggunakan perangkat laptop yang sudah diberikan di kelas VII dan di kelas VIII, maka semua bahan pembelajaran yang sudah disiapkan oleh guru yang sudah dalam bentuk aplikasi akan menjadi bahan pembelajaran siswa/siswi, sehingga ketika KBM siswa hanya akan lebih banyak praktek daripada banyak menerima transfer ilmu dari guru, dengan demikian pembelajaran akan lebih maksimal. Waktu belajar klasikal siswa hanya dari pagi hingga siang hari menjelang sholat dzuhur dan makan siang (lihat jadwal kegiatan di brosur). Setelah itu dari siang sampai sore (menjelang Sholat Ashar) siswa akan di sibukkan dengan praktikum sesuai jadwal kelas masing-masing.

Muncul pertanyaan, lantas apa yang membedakan PP. Rindu Alam dengan lembaga berbasis pesantren lainnya?, yang membedakan adalah sistem pembinaan dan pembelajaran yang akan di laksanakan di PP. Rindu Alam akan berbeda dengan pesantren yang lain, pertama dari segi pola pembinaan PP. Rindu Alam akan lebih menggunakan pola persuasive, yaitu pola pendekatan kepada santri, untuk menumbuhkan kesadaran bahwa santri lah yang butuh dibina, dididik, diasuh untuk lebih berkembang baik dari segi kognitifnya (intelektual), psikomotornya dan afektif serta spiritualnya, jadi di PP.